Tampilkan postingan dengan label sambutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sambutan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

SAMBUTAN KETUA UMUM DHARMA WANITA PERSATUAN PADA HARI ULANG TAHUN KE 13 DHARMA WANITA PERSATUAN TAHUN 2012

SAMBUTAN KETUA UMUM DHARMA WANITA PERSATUAN PADA HARI ULANG TAHUN KE 13 DHARMA WANITA PERSATUAN TAHUN 2012

Yang terhormat, Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan
Yang kami hormati, Penasihat Dharma Wanita Persatuan
Ketua, Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan,
serta Hadirin yang berbahagia

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmat yang dilimpahkan kepada kita semua. Pada hari ini kita berkumpul untuk HUT Dharma Wanita Persatuan, yang tidak terasa sudah 13 tahun DWP sebagai organisasi isteri PNS turut berkiprah mengambil bagian dalam upaya membangun bangsa.

Apabila kita melihat tugas bangsa ke masa depan adalah membangun masyarakat Indonesia yang tangguh dalam upaya mencapai kesejahteraan dan tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya. Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat pemerintah menjadi pelaksana kebijakan dan program pemerintah mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Didampingi oleh DWP seharusnya pemerintah dapat terbantu untuk menyukseskan program pemerintah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara adil tanpa disparitas, baik individu maupun golongan.

Dalam upaya tersebut banyak hal telah dilaksanakan oleh DWP sesuai dengan visi dan misi organisasi. Dimulai dengan langkah mempersatukan isteri-isteri PNS dari tingkat pusat maupun daerah di seluruh Indonesia melalui koordinasi dan komunikasi yang terarah, sehingga jejaring organisasi ke masa depan semakin kuat dan kokoh.
 
Program kerja DWP diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Dengan demikian peran aktif anggota semakin jelas, baik sebagai pendamping suami maupun sebagai ibu dan sebagai warga masyarakat yang mengetahui hak dan kewajibannya.
 
Program Millenium Development Goals (MDGs) dengan 8 (delapan) goalnya yaitu eradikasi kemiskinan, pendidikan, kesetaraan gender, penurunan AKI, penurunan AKA, pemberantasan penyakit menular, lingkungan dan kerjasama global, dimana Indonesia ikut meratifikasi, untuk mencapai target pada tahun 2015. Masih ada yang perlu diupayakan dengan sungguh-sungguh agar tercapai di tahun 2015, antara lain angka kematian ibu melahirkan, HIV/AIDs dan akses air bersih serta sanitasi. Upaya tersebut memerlukan pemikiran dan usaha keras dari kita semua. Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono telah ditunjuk sebagai salah satu dari 3 Co- Chairs oleh Sekjen PBB bersama untuk membahas kepentingan masyarakat global secara berkeadilan. Oleh karena itu kita patut menunjukkan pencapaian MDGs terlebih dahulu dinegeri kita sendiri, yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan yang berkeadilan dengan mengurangi kemiskinan.
 
Hadirin yang berbahagia,
Perserikatan Bangsa Bangsa akan menghimpun berbagai pemikiran untuk mencapai kesamaan pandangan bahwa tujuan dari agenda pembangunan berkelanjutan adalah mengurangi secara signifikan kemiskinan dan diperolehnya keadilan. Pengurangan kemiskinan akan terjadi saat ekonomi tumbuh dengan baik dan tersedianya lapang pekerjaan yang memadai. Lapang pekerjaan dapat diraih seiring dengan situasi kompetisi global saat ini.

Berbicara tentang lahan pekerjaan dan kompetisi global, awal perjuangan dimulai dengan pemahaman Bela Negara yang semuanya berdasarkan pada tingkat kesehatan yang prima, dimana saat cikal bakal generasi muda diwujudkan. Berarti, kaum perempuan mempunyai tugas dan tanggungjawab, untuk melahirkan generasi yang tangguh dengan pemahaman atas pengetahuan kesehatan, arti dari 1000 hari kehidupan dan pendidikan mereka. Kesadaran perempuan tentang kesehatan dan nutrisi, serta pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk membentuk dan membangun generasi muda berkualitas untuk menjadi harapan bangsa. Sebagai mitra kerja pemerintah yang sangat strategis, DWP sudah menunjukkan kinerjanya yang baik. DWP telah melaksanakan sosialisasi program PHBS sebagai bukti kerjasama dengan Kementerian Kesehatan; sosialisasi pemahaman Bela Negara sebagai bukti kerjasama dengan Kementerian Pertahanan; sosialisasi kewirausahaan sebagai bukti kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan kegiatan lainnya sebagai realisasi dari penandatanganan MOU dengan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta.
 
Hadirin yang berbahagia,
Hari Ulang Tahun ke-13 DWP mengambil tema ”Optimalisasi Pencapaian Pelaksanaan Program Kerja melalui suksesnya Program unggulan DWP”. Program Unggulan DWP yang dirumuskan pada saat Rakernas DWP bulan Juli 2012 dan disarankan menjadi program pilihan pada saat merayakan HUT DWP adalah : Pemahaman Bela Negara untuk meningkatkan rasa persaudaraan didalam NKRI,
bakti sosial, dan penyulaman tanaman serta pemberdayaan ekonomi keluarga.  

Program unggulan yang merupakan hasil Rakernas DWP bulan Juli 2012 yang lalu, diharapkan dapat terlaksana sampai akhir masa bakti 2009-2014, sebagai pembuktian peran DWP kepada bangsa dengan semangat juang kaum perempuan mengaktualisasikan kinerja dengan optimal. Integrasi program ini merupakan langkah nyata yang diambil oleh DWP untuk menambah daya ungkit dalam mewujudkan impian menjadi pembawa inspirasi dan perubahan untuk menjadi bangsa yang sejahtera lahir batin. Tujuan semua program yang direncanakan oleh DWP, Insya Allah akan terlaksana dengan baik apabila dikerjakan dengan ikhlas, kerjasama yang baik dan partisipasi bersama antara penasihat, pengurus dan anggota DWP pada semua tingkat kepengurusan, bersama para mitra kerja masing-masing.
 
Perlu diketahui bahwa dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 84 tahun 2012, DWP merupakan salah satu organisasi yang memprakarsai penyelenggaraan Kongres Nasional Perempuan Indonesia Abad ke 21. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama tokoh perempuan Indonesia dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Mengakhiri sambutan ini, kami mengajak kaum perempuan umumnya dan anggota DWP khususnya untuk bergandeng tangan bersama-sama membangun semangat juang untuk berkarya di bidang masing-masing.

Dirgahayu Dharma Wanita Persatuan.

Terima kasih
Wasalammu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Jakarta, 7 Desember 2012
Ketua Umum,

Ny. Nila F Moeloek
____________________________________________________________________________________
Disampaikan oleh Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan, Ibu Nila F. Moeloek pada acara Peringatan
Hari Ulang Tahun Dhama Wanita Persatuan Ke-13 Tahun 2012 di Jakarta.

Minggu, 06 Januari 2013

Sambutan Menteri Agama RI Pada Acara Hari Amal Bakti ( HAB ) Kementerian Agama RI Ke - 67 Tahun 2013

SAMBUTAN MENTERI AGAMA RI PADA PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KE-67 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TANGGAL 3 JANUARI 2013 Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb, Salam sejahtera untuk kita semua. Seluruh Pegawai dan Pejabat Kementerian Agama, Hadirin peserta upacara yang berbahagia, Pada pagi hari ini marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas curahan rahmat dan ridha-Nya sehingga kita dapat melaksanakan upacara memperingati Hari Amal Bakti ke-67 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kementerian Agama berdiri pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama yang pertama almarhum Haji Mohammad Rasjidi. Setiap memperingati tanggal bersejarah ini kita selalu diingatkan betapa penting dan terhormatnya tugas dan peran Kementerian Agama dari masa ke masa. Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan negara, dan Kementerian Agama hadir untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluk-pemeluknya. Saudara-saudara keluarga besar Kementerian Agama yang saya banggakan,Organisasi Kementerian Agama di seluruh wilayah tanah air, dari Sabang sampai Merauke, memiliki peran yang penting dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, segenap jajaran pimpinan dan pegawai Kementerian Agama saya minta untuk mempelajari wawasan sejarah Kementerian Agama, menggali pemikiran-pemikiran besar para tokoh Kementerian Agama, serta mengkaji perubahan masyarakat yang terjadi secara cepat, dalam rangka memberi bobot dan makna terhadap peran aktual Kementerian Agama di tengah pusaran kehidupan bangsa. Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-67 Tahun 2013, yaitu “Meningkatkan Kinerja Kementerian Agama dengan Profesionalitas dan Integritas”, saya meminta komitmen seluruh jajaran aparatur Kementerian Agama agar bekerja secara profesional dan memiliki integritas. Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran, sedangkan integritas tanpa profesionalitas akan menyebabkan kita jalan di tempat di tengah dunia yang kompetitif ini. Profesionalitas dan integritas sengaja kita jadikan sebagai kata kunci peningkatan kinerja Kementerian Agama. Hal itu bersumber dari kaidah dalam agama yang menyatakan apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Oleh karena itu, pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu agenda penting dalam reformasi birokrasi Kementerian Agama. Langkah itu dilakukan sejak dari tahap perekrutan calon pegawai melalui sistem yang transparan dan memenuhi standar manajemen mutu ISO sampai pada pengembangan jenjang karir yang memenuhi unsur keadilan dan menghargai prestasi kerja perorangan. Saya berharap seluruh aparatur Kementerian Agama memperbarui paradigma, yaitu bekerja secara dinamis dan proaktif melakukan sinergi dengan unit dan lembaga lain, baik secara internal maupun eksternal, guna memenuhi tuntutan dinamika kementerian dan dinamika masyarakat. Saudara-saudara keluarga besar Kementerian Agama yang saya cintai, Seiring dengan dinamika kementerian dan dinamika masyarakat, fokus sasaran pembangunan bidang agama yang menjadi tumpuan tugas Kementerian Agama adalah untuk mendekatkan kita pada visi, “terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir batin”. Dalam hubungan ini, 5 (lima) bidang yang menjadi program strategis Kementerian Agama, ialah peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kualitas kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, serta tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Dalam kaitan ini saya ingin mengingatkan kita semua bahwa tolok-ukur keberhasilan program Kementerian Agama tidak seluruhnya dapat dituangkan dalam grafik dan angka-angka yang bersifat kuantitatif, tetapi banyak pula yang bersifat kualitatif. Peningkatan kualitas kehidupan beragama, kerukunan umat beragama, serta pendidikan agama dan keagamaan mencakup dimensi pembangunan manusia dan perubahan masyarakat yang membutuhkan proses dan waktu untuk menikmati hasilnya. Tetapi dalam beberapa aspek yang dapat langsung terukur, pencapaian kinerja Kementerian Agama cukup membanggakan, misalnya lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Agama tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan kelas dua. Tidak sedikit lulusan madrasah dan pesantren yang mampu menembus perguruan tinggi negeri unggulan baik di dalam maupun di luar negeri. Nilai rata-rata Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah tahun 2012 secara nasional lebih baik dari nilai rata-rata Sekolah Menengah Pertama. Perguruan Tinggi Agama Negeri setingkat Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi berkembang pesat sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Adapun menyangkut kerukunan antarumat beragama sebagai upaya mengelola kemajemukan bangsa, sesungguhnya Indonesia diakui sebagai kiblat toleransi dan kerukunan beragama di dunia. Namun dalam masyarakat-bangsa kita yang demokratis, egaliter dan menghormati Hak Asasi Manusia, masih diperlukan kesadaran untuk menjunjung tinggi etika kerukunan, seperti sikap tenggang-rasa antar-komunitas pemeluk agama, tidak menjadikan umat yang telah memeluk suatu agama tertentu sebagai sasaran penyebaran agama lain. menghormati kesucian tempat ibadah, kitab suci, dan simbol keagamaan dari tindakan penodaan dan sebagainya. Dalam penyelenggaraan ibadah haji, segenap jajaran Kementerian Agama bersyukur dan gembira bahwa penyelenggaraan haji pada tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji. Pembaruan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk meningkatkan pelayanan jemaah haji, baik di tanah air maupun di Arab Saudi dan mewujudkan akuntabilitas pengelolaan dana haji. Selain itu, menyangkut pencapaian kinerja dalam aspek tata kelola, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan laporan keuangan, Kementerian Agama telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Dengan Paragraf Penjelasan (DPP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi tersebut harus kita pertahankan dan tingkatkan di tahun-tahun mendatang. Saudara-saudara keluarga besar Kementerian Agama yang berbahagia, Pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama, selain harus responsif terhadap realitas persoalan kehidupan umat beragama, juga harus berada dalam sistem koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan semua fungsi yang ada dalam organisasi. Untuk itu tidak boleh ada ego sektoral dan lingkaran grouping dalam tubuh organisasi Kementerian Agama. Organisasi Kementerian Agama adalah organisasi yang satu dan menyatu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kementerian Agama harus dapat menjadi panutan, terutama menyangkut karakter kejujuran, integritas dan berpegang teguh pada kebenaran dalam segala tindakan dan perbuatan. Untuk itu mari kita terus memelihara nilai-nilai dan budaya organisasi serta martabat Kementerian Agama yang selalu dekat dengan masyarakat, bersihkan diri dan lingkungan kerja dari perilaku koruptif, jauhi sikap arogan, nepotisme, feodalisme dan tinggalkan mentalitas penguasa yang tidak sejalan dengan semangat reformasi dan modernisasi. Saudara-saudara keluarga besar Kementerian Agama yang saya banggakan, Demikian pesan dan amanat yang dapat saya sampaikan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-67 Tahun 2013 ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa menerima amal bakti dan perjuangan para pendiri Kementerian Agama serta memberi hidayah dan kekuatan kepada kita semua dalam melanjutkan tugas ke depan. Sekian dan terima kasih. Wallahul muwaffiq ila aqwamittariq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Jakarta, 3 Januari 2013 Menteri Agama RI, Suryadharma Ali